Thursday, June 18, 2009

Thursday Night

Dalam perjalanan pulang dari kantor, kolegaku, yang baru beberapa bulan menikah berkeluh seperti ini: 'Setelah berumah tangga, aku mendapati diriku menjadi lebih cerewet terhadap suamiku. Mengapa ya?"
Karena aku tak bisa memberikan jawaban tepat, ia akhirnya mengambil kesimpulan sendiri.
Ia terbiasa hidup sendiri ketika melajang. Sepertiku. Memeras otak dan tenaga, bekerja di Jakarta yang hiruk pikuk tanpa seorang pun mendampingi. Lalu ketika menikah, Ia baru menyadari betapa mengejutkan ternyata ketika berbagi kamar dan berbagi kebiasaan dengan seorang pria.
Ia gemas melihat suaminya pulang kantor larut malam, tanpa berganti baju langsung meraih remote tv dan memelototi sepakbola. Ia tak suka melihat suaminya menyimpan piring kotor di dalam kamar. Atau menaruh gelas sembarangan, merokok, sibuk mengutak-atik mobil di hari minggu, ketika seharusnya mereka punya waktu lebih banyak untuk berdekatan. Singkatnya, Ia jadi senewen dengan pola hidup suaminya yang bertolak belakang dengan kehidupan yang dijalaninya ketika Ia seorang diri.
Saat ia menjelaskan jawaban itu, aku bergidik takut.
Selama hampir dua tahun ini aku memiliki kebebasan untuk melakukan apapun, dan memang terkadang terasa begitu nyaman. Aku bisa bermalasan2an di kamar sambil menghabiskan sekotak besar es krim. Aku bisa pergi menikmati musik jazz di akhir pekan, pulang ketika hari telah larut, kemudian bangun ketika jam menunjukkan pukul 10 keesokan harinya. Aku bisa tiba-tiba mematikan handphone dan membaca satu novel tebal sampai tamat di malam hari. Menulis berlembar2 catatan harian ketika tak ada seseorang untuk diajak berbagi, menyanyi keras-keras 3 jam non-stop bersama teman2 yang juga gemar berkaraoke.
Sejauh ini aku nyaman dengan kehidupanku. Kehidupan yang sendiri. Kehidupan yang sarat dengan berbagai kebiasaan yang tak perlu dibagi.
Aku tiba-tiba takut...
Takut jika tiba waktunya nanti aku harus berbagi tempat tidur dengan seseorang...
Mungkin dia tak akan suka caraku makan es krim di tempat tidur sambil membaca novel.
Dan mungkin aku juga tak akan suka dengan kebiasaannya bermain laptop di atas kasur hingga tengah malam.
Lalu aku akan menjadi lebih cerewet.
Lalu dia akan semakin tenggelam dengan pekerjaannya.
Lalu....
Ahh...terlalu banyak ketakutan malam ini...