Wednesday, December 19, 2007

Verde

akhirnya, setelah hari-hari penuh petualangan, aku kembali lagi ke kamar ini. Sepuluh hari berlalu tanpa terasa. Rute yang bagiku cukup istimewa. Carita - Kalianda - Sebuku - Sebesi - Krakatau - Jakarta, dan kembali lagi ke jogja.
Tapi sebesi dan krakatau lah yang paling kusuka. Mengapa? Mungkin karena Sebesi teramat hijau dan sejuk. Aneh. Ketika mendaki perbukitan yang menjulang di tengah pulau itu, tanpa sengaja aku teringat akan penggalan kisah kehidupan gerilya front Sandinista pada masa revolusi Nikaragua.
"Pegunungan adalah sesuatu yang lebih dari stepa hijau yang maha luas," (la montana es algo mas que una inmensa estepa verde), begitu ucap Omar Cabezas, salah seorang comandante guerillero Sandinista. Dan aku mengamini kalimat yang beberapa waktu lalu terdengar begitu absurd di telingaku.
Lalu Krakatau yang masih senantiasa menggelegak. Kapal yang kunaiki terombang-ambing dipermainkan ganasnya ombak akibat tiupan angin desember, diiringi gemuruh halilintar dan hujan deras. Kau melemparkan life jacket untukku, menahan barang-barang agar tak oleng dan jatuh ke laut, sementara satu tangan yang lain berpegangan erat pada tiang kapal.
Pada awalnya aku takut sekali. Perahu ini akan terbalik, dan aku akan tercebur ke laut, begitu pikirku. Sementara di depan sana, lava itu masih saja mengalir. Begitu merah di tengah gelapnya malam. Tapi kuakui, bahwa saat itu alam terasa begitu mempesona dalam kombinasi mistis yang ditampilkannya.
Tapi kulihat kau begitu tenang, begitu menikmati tiap detik perjalanan pulang yang seolah tanpa akhir. Lalu akupun mulai memandang segala yang ada di sekelilingku sebagai sebuah keajaiban. Tiba-tiba aku merasa teramat kecil, teramat tak berdaya. Dan ketika kapal dihantam ombak besar hingga oleng ke kiri, kudengar beberapa di antara mereka berteriak. Dan kau membisikkan sesuatu di telingaku.
"Pada saat-saat seperti inilah aku teramat percaya pada Tuhan, " katamu lirih.

2 comments:

  1. Kedengarannya situs-situs yang asyik tuh. Gunung mempunyai kabut gerimis yang menjadikan seperti sebuah misteri, tapi gunung itu sehangat dekapan seorang ibu terhadap anaknya, dengan malam hujan bintang dan matahari pertama yang begitu hangat dan rupawan, itu kenapa muncul perasaan luar biasa ketika kita mencapai puncaknya. berkawan suara binatang malam dan binatang terang, berkawan wangi pohon.kadang pesona ini mendatangkan kangen.Pada saat itu juga sukacita kebesaranNya.amin

    ReplyDelete

silahkan dikomentari