Dering telpon itu mengagetkanku. Ternyata suaramu. Jauh dan samar. Hampir dua minggu berlalu semenjak kau pergi ke Bangkok, dan ini telepon pertama yang kudapat. Ternyata kau sudah berada di Vientianne.
Lalu kau dan aku bertukar cerita. Nada suaramu terdengar begitu gembira ketika menceritakan tentang kedatangan Kevin, dan Vientianne yang kau suka, lebih daripada Bangkok. Kau masih juga mengatakan mengenai rencanamu pindah ke Eropa setelah ini.
"Unless you want me to come back to Yogyakarta." bisikmu lirih.
Aku tak segera menjawab, namun justru menceritakan padamu tentang beberapa hal baru yang kulakukan, termasuk mendaftar kursus Bahasa Spanyol online. Kukatakan juga bahwa aku tak akan memiliki kesibukan apa-apa Desember nanti. Sehingga mungkin online spanish course itu adalah pilihan yang tepat. Kau begitu antusias mendengar dan mendukung rencanaku.
"I need to do placement test."
"So?"
"Yeh, I need your help."
Kamu cukup menguasai Spanyol, disamping Jerman dan Jepang tentunya.
"Sure I will." jawabmu mantap.
Lalu kita mulai bicara terpatah-patah. Ingatanku kacau sekali ternyata. Dan di akhir pembicaraan itu, sebelum kau menutup telpon dengan kata-kata "hasta el proximo mes", kau mengucapkan satu kalimat sederhana.
"En tus ojos tengo una razon para sonar..."
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment
silahkan dikomentari