Friday, November 23, 2007

Sonet XVII - Pablo Neruda

Aku tidak mencintaimu
seandainya kau adalah mawar tawar, topaz, atau tangkai anyelir yang menyemai api
Aku mencintaimu seperti benda hitam yang dicintai secara rahasia
antara bayangan dan jiwa
Aku mencintaimu seperti tanaman yang tidak mekar dan menyebar
tersembunyi di dalam dirinya cahaya dari bunga-bunga
dan berkat cintamu yang gelap di dalam diriku
hiduplah wewangi pekat yang terbit dari bumi

Aku mencintaimu tanpa tahu bagaimana, atau kapan, atau darimana
Aku mencintaimu dengan sederhana
Tanpa persoalan atau kebanggaan
Aku mencintaimu dengan cara ini karena aku tak tahu cara lain untuk mencinta

Tapi inilah dimana tiada kamu atau aku
Begitu lekat..
Tanganmu diatas dadaku adalah tanganku
Begitu rapat...
Ketika aku jatuh lelap, adalah matamu yang melindap

1 comment:

  1. Bulan November
    1. kalo Neruda denger sendiri..pasti dia bakalan jatuh lelap juga, karena adalah adalah matamu yang melindap
    2. private..segen
    3. pengalaman indera yang ini (indera tidak hanya mata, mulut, telinga, hidung lidah saja) memang daya cecapnya lebih menggairahkan..dan rekamannya abadi…it’s a nice Celestine prophecy
    4. Emena..saangat centil
    5. Ups ternyata suka Johny Cash juga..ini mengejutkan..diluar dugaan
    6. tapi di nocturno…waah….tampaknya sangat peka yang berusaha untuk tegar..mungkin menangis (dalam arti menangis ada banyak cara, bukan hanya meneteskan air mata)..pilihan katanya lumayan egois, karena dirinya menjadi tampak sangat baik-baik atau tidak rapuh..
    7. Dan ini malah hampir aje kesamber gledekni.. ketika di long lost friend..kebayang gak sih..ngobrolin seputar the beatles..aah dunia jadi serasa berputar-putar:p

    ReplyDelete

silahkan dikomentari