Tuesday, September 25, 2007

New York

Akhirnya beberapa hari lalu, ketika ia menjemputku sepulang kerja, dan ketika kami berbuka puasa bersama, kukatakan padanya bahwa dari beberapa kemungkinan yang akan terjadi, ada juga kemungkinan bahwa aku berangkat ke New York. Tentu saja dengan catatan jika seleksi ku berjalan lancar. Ia sedikit terkejut mendengarnya, tapi syukurlah ia memahami keinginanku dan mendukungku. Aku bahagia sekali.

Mungkin ia tahu, bahwa bagiku, Sydney, Newcastle atau New York hanyalah tempat. Tapi esensinya terletak pada keberhasilan untuk keluar dari rutinitas kehidupan yang semakin lama terasa menjemukan. Untuk menemukan arti. Sesuatu yang seringkali dilupakan dan diabaikan dalam hidup. Bagiku, menemukan arti berarti hidup dengan kebebasan yang utuh, dan itu sulit kudapatkan disini.
Hingga detik itu aku masih berfikir bahwa kebahagiaan ada di ujung sana. Di belahan lain dunia.
Tetapi ketika malam itu ia menggenggam tanganku sambil berjalan mengelilingi tepian alun-alun, aku tiba-tiba merasa bahwa mungkin aku tak perlu berlari sejauh itu untuk mencari sesuatu yang membuatku bahagia. Rasanya itu adalah hal paling wajar di dunia....

No comments:

Post a Comment

silahkan dikomentari